BAHASA
DALAM KOMUNIKASI HEWAN
PERTANYAAN :
Apakah
sesama hewan dalam berkomunikasi menggunakan bahasa? Iya atau tidak, berikan
alasannya!
JAWABAN :
Komunikasi hewan adalah semua
perpindahan informasi pada bagian dari salah satu hewan yang memiliki efek pada
perilaku sekarang atau masa depan dari hewan lainnya.
Dalam berkomunikasi hewan tidak
menggunakan bahasa, melainkan menggunakan alat visual, yaitu:
1. Gerak
Isyarat
Bentuk komunikasi terbaik yang diketahui
mengikutkan menampilkan bagian tubuh khusus, atau pergerakan tubuh tertentu.
Contoh : paruh induk burung Camar memberikan
sinyal bahwa sang induk akan memberi makanan kepada anak-anaknya. Seperti
kebanyakan burung Camar memiliki sebuah paruh berwarna cerah, kuning dengan
tanda merah pada bagian rahang bawah dekat ujung paruh. Saat mereka kembali ke
sarang dengan makanan, si induk berdiri dekat anak mereka dan membuka paruh ke
bawah di hadapan si anak; hal ini mendapat respon dari anak yang lapar (mematuk
pada tanda merah), yang menstimulasi si induk untuk memuntahkan makanan di
depannya. Sinyal yang komplet mengikutkan fitur morfologikal khusus (bagian
tubuh), tanda merah pada paruh, dan sebuah pergerakan khusus (membuka ke arah
dasar permukaan) yang membuat tanda merah sangat terlihat oleh si anak.
2. Ekspresi
Wajah
Isyarat wajah memainkan peran peting dalam
komunikasi hewan.
Contoh :
anjing mengekspresikan marah lewat menyeringai dan memperlihatkan giginya. Saat
cemas telinga mereka akan tegak. Saat takut seekor anjing akan menarik telinga
mereka ke belakang, memperlihatkan sedikit gigi dan menyipitkan matanya.
3. Tatapan
Mengikuti
Koordinasi di antara hewan-hewan sosial
dibantu dengan memonitor orientasi kepala dan mata satu sama lain. Telah lama
diketahui dalam penelitian perkembangan manusia sebagai suatu komponen penting
dari komunikasi, baru-baru ini mulai lebih banyak atensi pada kemampuan hewan
untuk mengikuti tatapan dari hewan lain yang berinteraksi dengan mereka, baik
itu anggota dari spesies mereka sendiri atau manusia.
Penelitian telah dilakukan pada kera, monyet,
anjing, burung, dan kura-kura, dan berfokus pada dua kerja berbeda:
"menatap mengikuti yang lain menjarak menjauh" dan "menatap
mengikuti yang lain secara geometris di sekitar penghalang pandangan misalnya
dengan mengubah posisi mereka sendiri untuk mengikuti yang diperhatikan saat
pandangan mereka ditutup oleh suatu penghalang". Kemampuan pertama telah
ditemukan di antara sejumlah besar hewan, sementara yang kedua yang
didemonstrasikan oleh kera, anjing (dan serigala), dan corvid (gagak),
dan percobaan untuk mendemonstrasikan
"tatapan
mengikuti geometris" pada marmoset dan ibis memberikan hasil
negatif. Para peneliti belum memiliki gambaran jelas tentang dasar kognitif
dari kemampuan mengikuti tatapan, namun bukti perkembangan mengindikasikan
bahwa mengikuti tatapan "sederhana" dan mengikuti tatapan
"geometris" kemungkinan bergantung pada fondasi kognitif yang berbeda.
4. Tontonan visual aktif
Beberapa cephalopod, seperti oktopus dan
cumi, memiliki sel kulit khusus (chromatophores) yang bisa mengubah warna,
opasitas, dan refleksi kulit mereka. Selain digunakan sebagai kamuflase,
perubahan cepat pada warna kulit juga digunakan saat berburu dan pada ritual
perkawinan. Perubahan warna pada cumi bisa secara khusus mengindikasi bahwa
mereka mampu mengkomunikasikan dua sinyal yang berbeda secara bersamaan dari
dua sisi tubuh mereka yang berlawanan. Saat cumi jantan mengawini betina pada
saat adanya jantan yang lain, dia memperlihatkan dua sisi berbeda: pola jantan
menghadap ke betina, dan pola betina menghadap ke arah sebaliknya, untuk menipu
pejantan lainnya.
5. Tontonan visual pasif
Banyak hewan mengkomunikasikan informasi
tentang diri mereka tanpa perlu mengubah perilaku mereka. Sebagai contohnya,
dimorfisme seksual pada ukuran atau pelage mengkomunikasikan jenis seks dari
hewan. Sinyal pasif lainnya bisa siklis secara alami. Sebagai contohnya, pada
babun olive, permulaan dari ovulasi pada betina adalah suatu sinyal bagi
pejantan bahwa dia siap untuk dikawinkan. Selama ovulasi, wilayah kulit pada anogenital
(dubur kelamin) betina membesar dan berwarna merah/merah jambu cerah.
6. Komunikasi bioluminesensi
Cara
komunikasi dengan menghasilkan cahaya terjadi umumnya pada vertebrata dan
invertebrata laut, biasanya di kedalaman (misalnya ikan pemancing). Dua bentuk terkenal dari
bioluminesensi darat adalah Kunang-kunang dan Cacing kilau. Serangga lainnya, larva serangga, annelid, arachnid dan bahkan
spesies jamur memiliki
kemampuan bioluminesensi. Beberapa hewan bioluminesensi menghasilkan cahaya
dari diri sendiri sementara yang lainnya memiliki hubungan simbiotik dengan bakteri
bioluminesensi. (Lihat juga: Daftar
organisme bioluminesen.
7.
Suara
Kebanyakan hewan berkomunikasi lewat
vokalisasi. Komunikasi lewat vokalisasi adalah esensial bagi banyak pekerjaan
termasuk ritual-ritual perkawinan, teriakan peringatan, menyampaikan lokasi
dari sumber makanan, dan pembelajaran sosial. Teriakan kawin jantan digunakan
untuk memberikan sinyal pada betina dan untuk mengalahkan saingan pada spesies
seperti kelelawar kepala-palu, rusa merah, paus humpback dan gajah segel. Pada
spesies paus, nyanyian paus telah ditemukan memiliki dialek berbeda berdasarkan
lokasi.Bentuk lain komunikasi termasuk tangisan peringatan dari monyet
Campbell, teriakan wilayah pada gibbon, penggunaan frekuensi pada Kelelawar
hidung-tanduk untuk membedakan antar grup.
8.
Penciuman
Kurang kentara pada manusia (kecuali pada
beberapa kasus) adalah komunikasi penciuman. Banyak mamalia, secara khusus,
memiliki kelenjar yang menghasilkan bau yang berbeda dan tahan-lama, dan
memiliki perilaku yang berhubungan dengan meninggalkan bau tersebut pada
tempat-tempat yang telah mereka singgahi. Terkadang subtansi bau diperkenalkan
lewat air kencing atau tinja. Terkadang ia didistribusikan lewat keringat,
walau ini tidak meninggalkan tanda semi-permanen seperti halnya bau yang di
simpan permukaan dasar. Beberapa hewan memiliki kelenjar pada tubuh mereka yang
fungsi keseluruhannya tampak untuk menyimpan tanda-tanda bau: sebagai contohnya
Gerbil mongolian memiliki sebuah kelenjar bau di perut mereka, dan sebuah
karakteristik aksi menggosok-gosokan ventral yang menyimpan bau dari situ.
Hamster Golden dan kucing memiliki kelenjar bau pada panggul mereka, dan
menyimpan bau tersebut dengan menggosokan bagian sisi mereka terhadap objek;
kucing juga memiliki kelenjar bau pada jidat mereka. Lebah membawa sekantong material
dari sarang yang mereka lepaskan saat memasuki sarang kembali, bau yang
menandakan bahwa mereka merupakan bagian dari sarang tersebut dan menjamin
keselamatan mereka saat masuk. Semut-semut menggunakan feromon untuk membuat
bau jejak ke makanan sebagaimana halnya untuk peringatan, atraksi perkawinan
dan untuk membedakan antar koloni. Sebagai tambahan, mereka memiliki feromon
yang digunakan untuk membingungkan musuh dan memanipulasi mereka sehingga
berkelahi satu sama lain.
9. Listrik
9. Listrik
Suatu bentuk komunikasi hewan
yang jarang terjadi adalah elektrokomunikasi. Ia terlihat umumnya pada makhluk
hidup air, beberapa mamalia, terutama platipus dan echidna mampu melakukan
resepsielektro dan ini secara teori merupakan elektrokomunikasi.
10. Seismik
10. Seismik
Terkadang disebut komunikasi
vibrasi, merupakan penyampaian informasi lewat vibrasi seismik dari suatu
media. Media tersebut bisa bumi, akar atau daun tanaman, permukaan air, jaring
laba-laba, sarang madu, atau berbagai tipe media tanah. Komunikasi vibrasi
adalah modalitas sensor purba dan ia tersebar dalam kerajaan hewan dan ia telah
berkembang beberapa kali secara independen. Ia telah ditemukan pada mamalia,
burung, reptil, amfibi, serangga, laba-laba, krustasea dan cacing nematoda.
Vibrasi dan kanal komunikasi lainnya tidak harus berdiri sendiri, tetapi dapat
digunakan dalam komunikasi multi-dasar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar